PRAMUKA ESSAMO MENGAJAR: Menguatkan Karakter dan Kepemimpinan melalui
Sistem Among
Berita Website SMA Negeri 1 Mojolaban
MOJOLABAN, SUKOHARJO – Gugus Depan Sukoharjo 10.101 (Pattimura)
dan Sukoharjo 10.102 (Putri Serang) SMA Negeri 1 Mojolaban terus menguatkan
pendidikan karakter dan kepemimpinan peserta didik melalui program “PRAMUKA
ESSAMO MENGAJAR”. Program pembinaan kepramukaan pada Tahun Ajaran 2026/2027
tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membangun peserta didik yang
berintegritas, mandiri, peduli, dan mampu mengambil peran dalam kehidupan
bermasyarakat.
Pada Tahun Ajaran 2026/2027, Pangkalan SMA Negeri 1 Mojolaban
membina 403 Pramuka Penegak. Komposisinya terdiri atas 306 Penegak Bantara, 48
Penegak Laksana yang telah dikukuhkan, serta 53 Penegak yang sedang menjalani
proses penjenjangan menuju Penegak Laksana. Dari kelompok Penegak Laksana
tersebut, lima peserta didik telah mencapai tingkatan Pramuka Garuda.
Pengelolaan organisasi dan kegiatan kepramukaan dilaksanakan
secara kolaboratif oleh Tim Pembina Pramuka bersama Dewan Ambalan Penegak yang
dipimpin oleh Pradana. Kegiatan disusun mulai dari program tahunan dan semester
hingga latihan rutin mingguan sehingga proses pembinaan dapat berlangsung
secara terarah dan berkelanjutan.
Sistem
Among sebagai Landasan Pembinaan
Program PRAMUKA ESSAMO MENGAJAR menerapkan Sistem Among
sebagai pendekatan pembinaan yang menempatkan Pembina bukan hanya sebagai
pemberi instruksi, tetapi juga sebagai pamong, teladan, pendamping, dan
pengarah perkembangan peserta didik. Nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma
diupayakan hadir dalam pengalaman nyata selama proses latihan dan kegiatan
kepramukaan.
Ing Ngarsa Sung Tulada – Pembina menempatkan keteladanan sebagai
bagian penting dalam pembentukan karakter. Kedisiplinan dan kepatuhan terhadap
aturan dimulai dari sikap dan tindakan Pembina sehingga peserta didik
memperoleh contoh yang dapat diterapkan dalam keseharian.
Ing Madya Mangun Karsa – Pembina hadir bersama peserta didik dalam
dinamika kegiatan, mendorong munculnya gagasan, kreativitas, kerja sama, dan
semangat untuk berkontribusi dalam kelompok.
Tut Wuri Handayani – Pembina memberikan kepercayaan dan ruang
kepada Dewan Ambalan untuk memimpin, mengambil keputusan, serta mengembangkan
inovasi program secara bertanggung jawab. Pembina tetap menjalankan fungsi
pendampingan, supervisi, dan evaluasi.
Penguatan
Nilai Karakter
Pembinaan dalam PRAMUKA ESSAMO MENGAJAR diarahkan pada dua
penguatan karakter utama. Pertama, integritas dan kedisiplinan mandiri melalui
proses pencapaian Syarat Kecakapan Umum (SKU) dan Syarat Kecakapan Khusus
(SKK). Proses tersebut menjadi ruang bagi peserta didik untuk melatih tanggung
jawab pribadi, kejujuran, konsistensi, dan komitmen terhadap nilai-nilai Dasa Darma.
Kedua, kepemimpinan empatis dan kepedulian sosial. Melalui
penerapan Tut Wuri Handayani serta kegiatan bakti masyarakat, peserta didik
didorong untuk memahami lingkungan sekitar, meningkatkan kepedulian sosial,
tanggap terhadap kebutuhan masyarakat, dan berani mengambil peran dalam
kegiatan pelayanan.
Dewan Ambalan Mengajar:
Belajar, Berbagi, dan Mengabdi
Semangat PRAMUKA ESSAMO MENGAJAR tidak berhenti pada pembinaan
di lingkungan sekolah. Dewan Ambalan juga diberi ruang untuk mengembangkan
kepemimpinan dan kepedulian sosial melalui kegiatan mengajar di lingkungan
masyarakat. Setiap hari Sabtu, anggota Dewan Ambalan melaksanakan kegiatan
pembinaan kepramukaan di SDN 01 Palur, SDN 01 Triyagan, MI Baitussalam, MI Baitulmakmur. Dalam kegiatan tersebut, anggota
Dewan Ambalan berperan sebagai pengajar sekaligus pendamping bagi peserta
didik. Materi yang diberikan antara lain tali-temali dan berbagai keterampilan
dasar kepramukaan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat peserta didik.
Kegiatan ini menjadi ruang praktik bagi anggota Dewan Ambalan untuk menerapkan
keterampilan kepramukaan, berkomunikasi, bekerja sama, memimpin kelompok, serta
belajar bertanggung jawab atas proses pembelajaran yang mereka lakukan.
Aktivitas mengajar di SDN 01 Palur, SDN 01 Triyagan, MI
Baitussalam, MI Baitulmakmur juga
memperkuat makna kepemimpinan dalam Sistem Among. Anggota Dewan Ambalan tidak
hanya belajar menjadi pemimpin bagi teman sebaya, tetapi juga belajar melayani
dan berbagi pengetahuan kepada generasi yang lebih muda. Dengan demikian,
keterampilan yang diperoleh dalam latihan kepramukaan dapat diterapkan dalam
situasi nyata dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Melalui pengalaman tersebut, PRAMUKA ESSAMO MENGAJAR menjadi
wadah pembelajaran yang menghubungkan keterampilan, kepemimpinan,. Dewan
Ambalan belajar dari pengalaman mengajar, sementara peserta didik di sekolah
mitra memperoleh pengalaman mengenal dan mempraktikkan keterampilan
kepramukaan. Sebagai Aksi Nyata Tri Satya dan Dasa Darma Kegiatan ini menjadi
sarana konkret untuk mengamalkan janji Tri Satya (khususnya "Ikut
serta membangun masyarakat") dan Dasa Darma (khususnya "Cinta
alam dan kasih sayang sesama manusia" serta "Hemat, cermat, dan
bersahaja"). Penegak tidak hanya menghafal kode kehormatan, tetapi
langsung mempraktikkannya melalui pengabdian.
Program
Kerja yang Terstruktur
Untuk menjaga keberlanjutan pembinaan, Pangkalan SMA Negeri 1
Mojolaban menyusun program kerja dalam beberapa tingkatan. Program tahunan
meliputi perekrutan calon Dewan Ambalan, Musyawarah Gugus (MUGUS), Gladian
Dewan Ambalan (LPKP), Perkemahan Bantara pada akhir tahun ajaran, serta Gladian
Pemimpin Regu (Dianpinru).
Pada tingkat semester, program mencakup Penerimaan Anggota
Baru (PAB), latihan rutin mingguan, pencapaian target SKU dan SKK, serta
pengukuhan Pramuka Garuda.
|
Periode |
Program Utama |
|
Tahunan |
Perekrutan
calon Dewan Ambalan; Musyawarah Gugus (MUGUS); Gladian Dewan Ambalan (LPKP);
Perkemahan Bantara; Gladian Pemimpin Regu (Dianpinru). |
|
Semester 1 |
Penerimaan
Anggota Baru (PAB); latihan rutin mingguan; pencapaian target SKU dan SKK. |
|
Semester 2 |
Latihan rutin
mingguan; pencapaian target SKU dan SKK; pengukuhan Pramuka Garuda. |
Kurikulum
Latihan Rutin Mingguan
Latihan rutin mingguan dirancang untuk mengembangkan
ketangkasan, keterampilan kepramukaan, komunikasi, kepedulian sosial, serta
ketahanan diri peserta didik. Materi disusun secara bertahap agar keterampilan
yang diperoleh dapat diterapkan dalam kegiatan nyata.
Pada Semester 1, materi meliputi wawasan kebangsaan dan dasar
kepramukaan, tata cara penggunaan seragam, pembentukan struktur sangga,
baris-berbaris (PBB), Morse, semaphore, teknik menaksir jarak dan tinggi,
Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), layanan masyarakat, keterampilan
memasang tenda, serta keterampilan bertahan hidup sesuai program latihan.
Pada Semester 2, materi diarahkan pada praktik lapangan dan
aplikasi keterampilan melalui Perkemahan Bantara, tali-temali, penggunaan
kompas, pioneering, peta pita atau peta lokasi, sandi kepramukaan, pembuatan
hasta karya, pemahaman struktur organisasi kepramukaan, serta pengenalan
kesakaan sebagai wawasan kejuruan dalam kepramukaan.
Membangun
Pramuka yang Berkarakter dan Siap Berkontribusi
Melalui ekosistem pembinaan yang terencana dan berlandaskan
Sistem Among, PRAMUKA ESSAMO MENGAJAR diarahkan untuk membentuk Pramuka Penegak
yang tidak hanya memiliki keterampilan kepramukaan, tetapi juga memiliki
integritas, kemandirian, empati, kemampuan bekerja sama, dan kepemimpinan.
Keteladanan Pembina melalui Ing Ngarsa Sung Tulada,
kebersamaan melalui Ing Madya Mangun Karsa, serta pemberian ruang untuk tumbuh
dan berinovasi melalui Tut Wuri Handayani menjadi bagian dari proses
pembentukan karakter di Pangkalan SMA Negeri 1 Mojolaban.
Menjadi Pramuka ESSAMO berarti berani mengambil peran, tekun
menjalani proses pencapaian kecakapan, serta membiasakan kedisiplinan dan
pengabdian dalam kehidupan sehari-hari. Melalui proses yang terarah dan
berkelanjutan, kegiatan kepramukaan diharapkan menjadi ruang bagi peserta didik
untuk belajar memimpin, bekerja sama, melayani, dan menghasilkan karya yang
bermanfaat.
Satyaku Kudarmakan, Dharmaku Kubaktikan.
Salam Pramuka!
Kolom Tanggapan (0)
Belum ada tanggapan untuk artikel ini. Jadilah yang pertama!
Tinggalkan Tanggapan