Jakarta Selatan, sch.id — Dalam rangka akselerasi implementasi Kurikulum Merdeka, siswa kelas XII SMA Unggulan Nusantara berhasil meluncurkan inovasi pembelajaran mutakhir melalui integrasi metode Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) berbasis teknologi Internet of Things (IoT).
Proyek inovatif ini difokuskan pada rancang bangun alat otomasi penyiram tanaman pintar (Smart Agriculture System) yang dikoneksikan langsung ke laboratorium botani sekolah. Menggunakan kombinasi sensor kelembaban tanah, modul ESP32, dan pemograman C++, para siswa mampu memonitor kondisi tanaman secara aktual melalui perangkat seluler.
Langkah riset terapan tingkat menengah ini membuktikan bahwa anak-anak didik kita tidak lagi sekadar menjadi konsumen digital, melainkan produsen solusi taktis untuk problem nyata.
Proses pengerjaan proyek berlangsung selama empat minggu penuh di bawah bimbingan Urusan Laboratorium Komputasi dan Mentor Fisika Terapan. Tahapan pembelajaran dimulai dari perumusan hipotesis matematis kalkulasi debit air, perakitan sirkuit fisik, hingga proses komputasi sinkronisasi data sensor ke peladen lokal awan.
Editor:
Kolom Tanggapan (0)
Belum ada tanggapan untuk artikel ini. Jadilah yang pertama!
Tinggalkan Tanggapan